SDK SANG TIMUR KEBON JERUK

SDK SANG TIMUR KEBON JERUK

Kasih-Peduli-Cerdas-Transformatif
TERAKREDITASI A
BERITA

"Melihat dengan Mata Hati: Belajar dari Bartimeus dan Filsuf Hebat!"

22/Mar/2025
"Melihat dengan Mata Hati: Belajar dari Bartimeus dan Filsuf Hebat!"Apa Itu "Melihat dengan Hati"?
Anak-anak, pernahkah kalian menutup mata dan mencoba berjalan? Coba bayangkan, kalian berjalan di rumah dengan mata tertutup. Apa yang terjadi? Bisa saja kalian tersandung kursi, menabrak dinding, atau kesulitan menemukan jalan.
Sekarang, bayangkan jika meskipun mata kalian terbuka, hati kalian tetap tertutup. Apa maksudnya? Maksudnya, meskipun kita bisa melihat dengan mata, kita belum tentu memahami atau peduli dengan orang lain.

Misalnya, jika ada teman yang kesepian di kelas, tapi kita tidak menyadarinya karena terlalu sibuk bermain sendiri—itu berarti mata kita melihat, tetapi hati kita tertutup. Inilah yang disebut melihat dengan mata hati: bukan hanya melihat dengan mata, tapi juga dengan perasaan, kasih, dan kebijaksanaan.

Yuk, kita belajar dari kisah Bartimeus, orang buta yang justru memiliki mata hati yang terbuka! 

Bartimeus: Orang Buta yang Bisa "Melihat"
Di dalam Injil Markus (10:46-52), diceritakan tentang Bartimeus, seorang buta yang duduk di pinggir jalan meminta-minta. Saat ia mendengar bahwa Yesus lewat, ia berseru dengan keras,

"Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"

Orang-orang di sekitarnya menyuruhnya diam. Mereka mungkin berpikir, "Dia kan buta, mana mungkin Yesus peduli padanya?" Tapi, apakah Bartimeus menyerah? Tidak! Ia malah semakin keras memanggil Yesus.

Lalu, sesuatu yang luar biasa terjadi! Yesus berhenti dan memanggil Bartimeus. Ia bertanya,

"Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?"

Bartimeus menjawab, "Rabuni, supaya aku dapat melihat!"

Karena imannya yang besar, Yesus berkata, "Imanmu telah menyelamatkanmu." Seketika itu juga, mata Bartimeus terbuka, dan yang pertama kali ia lihat adalah Yesus! Setelah itu, ia tidak kembali meminta-minta, tetapi memilih mengikuti Yesus dan hidup dalam terang.


Pelajaran dari Filsafat untuk Anak-Anak
Di dunia filsafat, banyak pemikir hebat yang membahas tentang melihat bukan hanya dengan mata, tetapi juga dengan hati dan akal budi. Yuk, kita belajar dari beberapa filsuf terkenal!

1️⃣ Seperti Plato: Melihat Lebih dari yang Tampak
Plato, seorang filsuf Yunani, pernah menceritakan tentang Alegori Gua. Ia berkata bahwa manusia sering seperti orang yang tinggal di dalam gua gelap, hanya melihat bayangan di dinding dan mengira itu adalah kenyataan.

Bartimeus seperti seseorang yang keluar dari gua! Sebelum bertemu Yesus, ia hanya bisa mendengar dunia di sekitarnya. Tapi setelah matanya terbuka, ia melihat terang yang sebenarnya, yaitu Yesus sendiri.

💡 Pesan untuk kita: Jangan hanya percaya apa yang tampak, tapi cari kebenaran yang lebih dalam!

2️⃣ Seperti Socrates: Berani Bertanya dan Mencari Kebenaran
Socrates, filsuf bijak, selalu bertanya kepada orang lain agar mereka berpikir lebih dalam. Bartimeus juga punya keberanian seperti Socrates!

🤔 Jika Bartimeus diam saja, apakah ia akan sembuh?
🤔 Jika ia takut dengan orang-orang yang menyuruhnya diam, apakah ia bisa melihat Yesus?

Tidak! Bartimeus berani bertanya, berani berseru, dan berani mencari kebenaran—dan akhirnya ia disembuhkan.

💡 Pesan untuk kita: Jangan takut bertanya dan mencari jawaban yang benar dalam hidup!

3️⃣ Seperti Aristoteles: Menggunakan Akal dan Hati
Aristoteles berkata bahwa manusia memiliki akal budi yang harus digunakan untuk berpikir dan membuat keputusan baik. Bartimeus tidak hanya asal bicara, tetapi menggunakan pikirannya untuk memahami bahwa Yesus adalah harapannya.

💡 Pesan untuk kita: Gunakan akal dan hati untuk membuat keputusan yang bijak dalam hidup!


Kesimpulan: Jadilah Seperti Bartimeus!
Anak-anak, dari kisah Bartimeus kita belajar bahwa melihat dengan hati lebih penting daripada hanya melihat dengan mata. Tuhan ingin kita bukan hanya melihat dunia, tetapi juga melihat kasih, kebaikan, dan kebenaran.

✅ Seperti Plato, mari kita keluar dari "gua" kita dan melihat dunia lebih luas.
✅ Seperti Socrates, mari kita berani bertanya dan mencari kebenaran.
✅ Seperti Aristoteles, mari kita menggunakan akal dan hati untuk hidup lebih baik.
✅ Seperti Bartimeus, mari kita selalu percaya kepada Yesus, Sang Terang Dunia!

Siap melihat dengan mata hati? Amin!
 kembali