SDK SANG TIMUR KEBON JERUK

SDK SANG TIMUR KEBON JERUK

Kasih-Peduli-Cerdas-Transformatif
TERAKREDITASI A
BERITA

Berbagi Kebaikan, Menghormati Kehidupan: Semangat Kasih dalam Aksi Nyata

17/Mar/2025
Berbagi Kebaikan, Menghormati Kehidupan: Semangat Kasih dalam Aksi NyataDi tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, sering kali kita lupa bahwa di sekitar kita ada banyak orang yang bekerja tanpa lelah demi kesejahteraan bersama.
Petugas kebersihan yang menjaga lingkungan tetap bersih, petugas keamanan yang setia melindungi warga, pedagang keliling yang mencari nafkah dengan penuh perjuangan—mereka semua adalah bagian dari masyarakat yang pantas mendapatkan apresiasi dan perhatian.

Sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan terhadap kehidupan, siswa SDK Sang Timur Kebon Jeruk kelas 4 melaksanakan aksi berbagi takjil kepada orang-orang di sekitar lingkungan rumah mereka. Kegiatan ini tidak sekadar memberikan makanan berbuka puasa kepada mereka yang membutuhkan, tetapi juga menjadi wujud nyata dari ajaran kasih dalam iman Katolik.



Kasih dalam Tindakan Nyata
Dalam Kitab Suci, Yesus mengajarkan bahwa kasih harus diwujudkan dalam perbuatan. Seperti yang tertulis dalam Matius 25:35, "Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum." Dengan semangat ini, para siswa dengan penuh sukacita membagikan takjil kepada mereka yang bekerja dan berjuang setiap hari di sekitar rumah mereka. Aksi nyata ini juga selaras dengan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2025, yaitu: "Kepedulian Lebih Kepada Saudara yang Lemah dan Miskin"



Antusiasme terpancar dari wajah anak-anak saat mereka berbagi. Ada senyum tulus, sapaan ramah, dan kehangatan dalam setiap pemberian. Tidak ada perbedaan agama atau status sosial—hanya ada kasih yang mengalir dalam tindakan kecil yang penuh makna. Setiap takjil yang diberikan bukan hanya sebatas makanan, tetapi juga simbol dari perhatian dan penghormatan terhadap sesama manusia sebagai citra Allah.



Menghormati Kehidupan dengan Berbagi
Sebagai umat Katolik, menghormati kehidupan tidak hanya berarti menjaga diri sendiri, tetapi juga memperhatikan dan peduli terhadap kesejahteraan orang lain. Ajaran Sosial Gereja menekankan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial, terutama bagi mereka yang kurang diperhatikan.

Melalui pengalaman berbagi takjil ini, siswa SDK Sang Timur belajar bahwa setiap orang memiliki nilai dan martabat yang harus dihargai. Dengan memberikan sesuatu yang sederhana seperti takjil, mereka tidak hanya berbagi makanan, tetapi juga kebahagiaan dan harapan.



Salah satu siswa mengungkapkan, "Aku senang berbagi, karena mereka tersenyum. Aku merasa Tuhan juga senang kalau aku berbuat baik." Kesadaran seperti ini sangat berharga, karena menumbuhkan rasa empati yang mendalam sejak usia dini.

Berbagi sebagai Kebiasaan Hidup
Lebih dari sekadar tugas sekolah atau kegiatan sesaat, aksi berbagi takjil ini menjadi langkah awal untuk membentuk kebiasaan berbagi dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai kasih, kepedulian, dan penghormatan terhadap kehidupan yang diajarkan di sekolah tidak hanya sekadar teori, tetapi dihidupi melalui aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi sesama.



Melalui pengalaman ini, anak-anak belajar bahwa berbagi bukan tentang seberapa besar yang diberikan, tetapi tentang ketulusan hati dan kepedulian terhadap sesama. Semoga semangat berbagi kebaikan ini terus tumbuh dalam diri mereka, sehingga kelak mereka menjadi pribadi yang penuh kasih, seperti yang Yesus ajarkan kepada kita semua.
 kembali