SDK SANG TIMUR KEBON JERUK

SDK SANG TIMUR KEBON JERUK

Kasih-Peduli-Cerdas-Transformatif
TERAKREDITASI A
BERITA

REFLEKSI IMAN: Menemukan Tuhan dalam Kebersamaan dan Tantangan

10/Mar/2025
REFLEKSI IMAN: Menemukan Tuhan dalam Kebersamaan dan Tantangan
Selama dua hari ini, kita telah menempuh perjalanan yang lebih dari sekadar kemah atau aktivitas luar ruangan.
Kita menapaki jalan di mana Tuhan hadir dalam setiap langkah, setiap tawa, setiap kelelahan, dan bahkan dalam keheningan malam.
 
Hari Pertama: Meninggalkan Zona Nyaman, Memasuki Perjalanan Iman 
 
Ketika kita pertama kali menginjakkan kaki di tempat perkemahan, kita meninggalkan kenyamanan keseharian. Tidak ada kasur empuk, tidak ada dinding rumah yang melindungi, hanya alam yang terbuka dan kebersamaan yang menjadi sandaran.


Dalam setiap tugas yang diberikan—membersihkan tenda, menyiapkan makanan, bekerja sama dengan teman—Tuhan hadir dalam keheningan yang mungkin tidak langsung kita sadari. Dia hadir dalam tangan yang membantu, dalam senyum yang menguatkan, dalam kesabaran yang diuji.



 
Seperti Abraham yang dipanggil keluar dari negerinya tanpa tahu persis ke mana ia akan pergi, kita pun diajak untuk percaya bahwa ada sesuatu yang berharga dalam setiap langkah yang kita ambil. Malam pertama menjadi saat permenungan: Di mana kita melihat Tuhan hari ini? Dalam siapa Tuhan hadir untuk kita?
 
Hari Kedua: Ketika Tantangan Menjadi Pelajaran Iman 
 
Hari kedua bukan hanya tentang aktivitas, tetapi tentang bagaimana kita merespons kelelahan, tantangan, dan mungkin ketidaksempurnaan rencana yang kita buat. Ada momen di mana kita merasa ingin menyerah, ada saat di mana kita lelah, tetapi justru di sana Tuhan berbisik lembut: “Aku menyertaimu.”




Mungkin Tuhan tidak hadir dalam cara yang spektakuler, tetapi dalam hal-hal kecil—hembusan angin yang menyegarkan, sinar matahari yang menghangatkan, tawa teman yang menghibur, atau bahkan dalam kesunyian yang mengajarkan kita untuk mendengar suara-Nya lebih dalam.



Saat perjalanan ini berakhir, kita membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman. Kita membawa cerita tentang bagaimana Tuhan berjalan bersama kita, tentang bagaimana dalam kelelahan kita menemukan kekuatan, dalam kebersamaan kita belajar mengasihi, dan dalam tantangan kita menemukan makna.



Perjusa ini bukan sekadar kegiatan. Ia adalah perjalanan iman.
Semoga kita tidak berhenti mencari Tuhan, tidak hanya di alam terbuka, tetapi juga dalam keseharian kita, dalam diri sesama, dan dalam hati kita sendiri.
 
Amin.
 
 
 kembali