BERITA
Generasi Cerdas Dimulai dari AKM Kelas Awal
03/Mar/2026
Pertanyaan inilah yang menjadi semangat di balik pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi dan Numerasi bagi siswa kelas 1–4.
Pada Senin, 2 Maret 2026, seluruh siswa kelas 1–4 mengikuti Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi, dilanjutkan dengan AKM Numerasi pada Selasa, 3 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam memperkuat kemampuan dasar membaca dan berhitung siswa sejak dini. Pelaksanaan AKM berlangsung di ruang Lab. Multimedia dan kelas masing-masing dengan pengawasan guru dan tim panitia sekolah. Sejak pagi, para siswa sudah hadir dengan penuh semangat dan kesiapan mengikuti asesmen yang dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, memahami bacaan, serta menyelesaikan masalah kontekstual. Menguatkan Fondasi Literasi Sejak Kelas Awal
Pada hari pertama, Senin, 2 Maret 2026, siswa mengikuti AKM Literasi. Asesmen ini berfokus pada kemampuan memahami teks cerita, informasi sederhana, serta menjawab pertanyaan yang menuntut pemahaman makna dan penalaran. Kegiatan ini tidak sekadar menguji kemampuan membaca, tetapi juga melatih siswa untuk:
- Mengidentifikasi gagasan utama dalam teks
- Menemukan informasi tersurat dan tersirat
- Menarik kesimpulan sederhana
Melatih Logika dan Pemecahan Masalah melalui Numerasi
Pada Selasa, 3 Maret 2026, siswa melanjutkan dengan AKM Numerasi. Asesmen ini dirancang untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami konsep bilangan, operasi hitung dasar, serta menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
- Melalui AKM Numerasi, siswa dilatih untuk:
- Memahami masalah berbasis konteks
- Memilih strategi penyelesaian yang tepat
- Menafsirkan hasil perhitungan secara logis
Komitmen Sekolah terhadap Mutu Pembelajaran
Pelaksanaan AKM kelas 1–4 ini dilaksanakan sebagai bagian dari evaluasi internal sekolah untuk memetakan kemampuan siswa secara menyeluruh. Hasil asesmen akan dianalisis oleh tim guru untuk menjadi dasar perbaikan strategi pembelajaran ke depan.
Suster Mathea PIJ selaku kepala sekolah menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tes, melainkan sarana refleksi bersama demi peningkatan kualitas pendidikan. Guru-guru juga memastikan suasana asesmen berlangsung nyaman, tidak menegangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar.

Dengan pelaksanaan yang terencana dan pendampingan profesional, AKM Literasi dan Numerasi tahun ini menjadi langkah konkret dalam membangun generasi yang cakap membaca, berpikir kritis, serta terampil menyelesaikan masalah sejak dini.
Kegiatan dua hari tersebut menegaskan komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang berorientasi pada kompetensi, bukan sekadar hasil angka, demi masa depan siswa yang lebih siap menghadapi tantangan zaman.