BERITA
Retret Kelas 6: Level Up in Faith - Naik Satu Level dalam Iman dan Kasih
06/Nov/2025

Pagi itu, udara di halaman SDK Sang Timur Kebon Jeruk terasa berbeda. Senin, 27 Oktober 2025, menjadi awal perjalanan rohani yang dinantikan oleh para siswa kelas 6.
Satu per satu mereka datang dengan wajah ceria, membawa tas besar dan hati penuh semangat. Guru-guru pendamping memeriksa kehadiran, sementara orang tua melambaikan tangan dengan doa dan harapan. Mereka akan berangkat menuju Wisma Lestari, Cikanyere untuk mengikuti Retret Kelas 6 dengan tema “Level Up in Faith.”

Sekitar pukul tujuh pagi, rombongan pertama — kelas 6C dan 6D — menaiki bus dengan sorak-sorai gembira. Di dalam perjalanan, suasana penuh canda dan nyanyian. Sepanjang rute melewati Puncak, anak-anak menikmati pemandangan hijau yang menyejukkan mata, udara dingin yang menyapa lembut, serta hamparan pegunungan yang membuat mereka terkagum. Di sela tawa, ada rasa syukur yang tumbuh diam-diam — mereka tahu, perjalanan ini bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi perjalanan hati untuk semakin dekat dengan Tuhan.

Retret ini berlangsung dalam dua gelombang, yaitu Gelombang 1 (kelas 6C dan 6D) pada 27–29 Oktober, serta Gelombang 2 (kelas 6A dan 6B) pada 29–31 Oktober 2025. Kegiatan dibimbing oleh Suster Alisia PIJ dan Suster Ursula PIJ, dua pembimbing rohani yang dengan penuh kehangatan mengajak anak-anak untuk naik level dalam iman — belajar bersyukur, berdoa dengan tulus, dan berbuat kasih dalam kehidupan sehari-hari.


Setibanya di Wisma Lestari, suasana tenang dan udara segar membuat hati anak-anak langsung terasa damai. Mereka memulai hari dengan pemaparan materi dan refleksi pribadi, merenungkan kasih Tuhan yang hadir dalam hidup mereka. Ada juga games outdoor yang seru dan penuh tawa, di mana mereka belajar arti kerja sama, kejujuran, dan persahabatan yang tulus.




Namun, momen yang paling menyentuh datang saat rekonsiliasi dan ibadat cahaya. Dalam ruangan yang temaram, diterangi cahaya lilin, anak-anak berdoa dalam diam, meneteskan air mata, dan merasakan pelukan kasih Tuhan. Suasana haru semakin terasa saat mereka membuka kado dan membaca surat dari orang tua. Banyak yang terdiam, ada yang menangis sambil tersenyum — sebuah momen ketika kasih keluarga dan kasih Tuhan bertemu di satu titik yang hangat.


Menjelang akhir retret, suasana berubah menjadi penuh sukacita. Dalam “Perform Ekspresi Kebangkitan”, para siswa menampilkan kreativitas mereka lewat tiktok challenge, modern dance, gerak dan lagu rohani yang menggambarkan semangat baru setelah mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Kegiatan kemudian ditutup dengan Misa Penutupan yang dipimpin oleh Romo Agustinus Sunarya, SVD. Dalam homilinya, Romo Agustinus berpesan bahwa Level Up in Faith berarti berani berubah — menjadi anak yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih dekat dengan Tuhan setiap hari.

Ketika bus mulai menuruni jalur Puncak menuju Jakarta, suasananya berbeda dari saat berangkat. Tidak lagi hanya canda tawa, tetapi juga keheningan penuh makna. Banyak anak duduk memandangi langit sore, seolah mengingat kembali momen-momen berharga selama retret. Mereka pulang dengan hati yang lebih damai, iman yang lebih kuat, dan semangat baru untuk melanjutkan perjalanan hidup dengan penuh syukur.
Retret ini bukan sekadar kegiatan rohani, melainkan pengalaman hidup yang akan selalu dikenang — sebuah perjalanan iman untuk benar-benar Level Up in Faith.