BERITA
Sekolah Kok Serasa Liburan!
27/Oct/2025

Bogor, 27 Oktober 2025 — Suasana pagi yang cerah di Kampoeng Wisata Cinangneng, Bogor, menjadi saksi keceriaan siswa-siswi kelas 5 SDK Sang Timur Kebon Jeruk dalam kegiatan field trip yang sarat makna edukatif dan budaya.
Kunjungan ini bukan sekadar rekreasi, tetapi juga pengalaman belajar langsung yang memperkaya wawasan anak-anak tentang kehidupan pedesaan, kearifan lokal, serta pentingnya pelestarian budaya Indonesia.
Dengan mengenakan seragam olahraga lengkap dan topi sekolah, para siswa tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka disambut ramah oleh pemandu lokal yang mengenakan pakaian khas Sunda, lengkap dengan senyum hangat dan alunan musik tradisional gamelan dan angklung. Suasana pedesaan yang asri, sawah hijau yang membentang, serta udara segar langsung menghadirkan nuansa berbeda dari rutinitas belajar di kelas.


Belajar dari Alam dan Budaya
Kegiatan dibagi ke dalam beberapa pos edukatif. Di pos pertama, siswa diajak menanam padi di sawah — pengalaman yang membuat mereka memahami bagaimana proses menanam makanan pokok bangsa. Banyak anak tertawa geli saat kaki mereka tenggelam di lumpur, namun tetap bersemangat menyelesaikan kegiatan. Selain itu, anak-anak juga belajar menggiling padi dengan baik dan benar.
Di pos berikutnya, anak-anak belajar menghias caping petani. Dengan panduan para instruktur, mereka menorehkan kreativitas sambil mengenal nilai kesabaran dan ketekunan yang terkandung dalam budaya tradisional Indonesia.




Serunya Bermain dan Bernyanyi
Selain kegiatan edukatif, anak-anak juga diajak bermain alat musik tradisional khas Sunda, misalnya gamelan. Gelak tawa dan semangat kebersamaan terasa begitu kuat, mempererat hubungan antar siswa serta antara murid dan guru pendamping.
Tak ketinggalan, mereka juga belajar menari, menyanyikan lagu daerah dan mengenakan pakaian khas Sunda. Diiringi musik khas gamelan, anak-anak tampil luwes menarikan gerak sederhana yang diajarkan instruktur.
Kegiatan makin seru ketika para siswa diajak memandikan kerbau di sungai kecil dekat sawah. Dengan hati-hati, mereka menyiram tubuh kerbau besar yang jinak dan ramah. Momen itu menjadi pengalaman langka yang membuat anak-anak belajar untuk menyayangi hewan dan menghargai kehidupan desa.




Refleksi Nilai dan Rasa Syukur
Menjelang siang, kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama. Para guru mengajak siswa untuk berbagi kesan dan pelajaran yang mereka dapatkan. Banyak yang mengaku belajar untuk lebih menghargai kerja keras petani dan budaya Indonesia yang kaya akan makna.
Kegiatan seperti ini penting agar anak-anak tidak hanya belajar lewat buku, tapi juga lewat pengalaman langsung. Mereka belajar menghargai alam, budaya, dan kerja keras — hal-hal yang tidak bisa didapat di ruang kelas.
Dengan wajah penuh senyum dan hati penuh pengalaman baru, para siswa meninggalkan Kampoeng Wisata Cinangneng sore hari. Field trip ini menjadi bukan hanya perjalanan wisata, melainkan juga perjalanan batin — menanamkan nilai cinta tanah air, rasa syukur, dan semangat belajar dari kehidupan sederhana.